Berita terkini Indonesia dan internasional seputar Politik, ekonomi, entertainmen, sepak bola, dan berita sekitar anda.

Inilah Perbedaan Pemasaran dan Penjualan Dalam Kegiatan Bisnis

Pemasaran dan penjualan seringkali ditemukan dalam menjalankan bisnis. Meski sudah sangat familiar, namun tak sedikit pebisnis yang belum mampu memahami dan membedakan keduanya.

Padahal keduanya memiliki perbedaan yang cukup mencolok. Supaya bisnis yang anda tekuni berjalan secara lancar, pastikan anda ketahui perbedaan pemasaran dan penjualan tersebut. Untuk mengetahuinya, anda bisa simak ulasan yang kami bagikan di bawah ini.

Pengertian Pemasaran dan Penjualan

Sebelum berbicara lebih jauh mengenai perbedaan pemasaran dan penjualan, ada baiknya anda ketahui dulu pengertiannya. Adapun pengertian pemasaran (marketing) yaitu suatu kegiatan yang dilakukan untuk mengenalkan produk ataupun jasa.

Dengan demikian, produk dan jasa tersebut bisa dikenal pasar. Pemasaran ini dilakukan dengan berkomunikasi, baik itu secara langsung maupun melalui media tertentu. Pengenalan produk atau jasa ini dilakukan guna memenuhi kebutuhan pelanggan.

Lain halnya dengan penjualan (sales). Penjualan adalah suatu kegiatan personel yang menjual produk atau memberikan layanan sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Dalam penjualan ini, prosesnya melibatkan jual beli produk.

Supaya penjualan bisa berhasil, salesman harus mampu mencuri perhatian dan minat pelanggan untuk membeli. Maka dari itu, penjual harus tahu mengenai detail informasi produk atau jasa yang ditawarkan. Jangan sampai pelanggan merasa ragu untuk membeli produk ataupun menggunakan jasa yang anda tawarkan.

Perbedaan Pemasaran dan Penjualan

Beralih ke perbedaannya, pemasaran dan penjualan memang jauh berbeda. Adapun salah satu hal yang memperlihatkan perbedaannya yaitu aktivitas yang dilakukan. Apabila pemasaran melakukan aktivitas yang mencangkup semua kegiatan bisnis.

Sementara penjualan hanya fokus dalam menjual dan meningkatkan penjualan produk ataupun jasa. Dengan demikian, aktivitas pemasaran jauh lebih kompleks.

Selain aktivitas bisnis, perbedaannya juga bisa anda ketahui dari hubungan dengan pelanggan. Jika pemasaran, hubungan dengan pelanggan harus tetap dijaga secara baik, baik itu sebelum maupun sesudah melakukan transaksi. Sedangkan untuk penjualan, hubungannya hanya sampai terjadinya proses transaksi jual beli saja.

Tak mengherankan karena pemasaran bertujuan untuk menjaga loyalitas pelanggan sehingga harus menjalin hubungan yang lebih erat.

Hal lain yang juga bisa anda perhatikan dalam membedakan antara pemasaran dan penjualan yaitu image brand produk.

Dalam hal ini, pemasaran harus mampu menjaga image brand produk. Dengan demikian, pelanggan mau membeli produk dikarenakan sudah mengetahui kualitasnya. Berbeda dengan penjualan yang tidak fokus pada image brand produk.

Hal yang harus dilakukan dalam penjualan hanyalah membuat pelanggan tertarik untuk membeli produk atau menggunakan jasa yang ditawarkan.

Pemasaran dan penjualan tak bisa dipisahkan dalam menekuni dunia bisnis. Dengan anda mengetahui perbedaan pemasaran dan penjualan, maka anda akan lebih mudah dalam mengoptimalkan kinerja. Hal tersebut tentu saja bisa memudahkan anda dalam mengembangkan dan memajukan bisnis yang tengah anda tekuni.

Cara Pintar Mengelola Keuangan Bagi yang Baru Menikah

Terkadang masalah keuangan bisa menjadi pemicu pertengkaran pasangan suami istri yang baru menikah. Menurut Roslina Verauli, M.Psi, psikolog sebagai pasangan yang baru menikah hal utama yang menjadi pondasi dasar untuk membangun sebuah rumah tangga adalah komunikasi yang terbina di dalamnya, keterbukaan dan saling menghormati satu sama lain.

Masalah keterbukaan di antara pasangan suami istri merupakan nilai yang sangat penting termasuk masalah pendapatan dan pengeluaran masing-masing. Stiap pasangan baru harus sama-sama membuat kesepakatan mengenai siapa penafkah utamanya. Apakah pencari nafkah hanya salah satu ataupun kedua-duanya secara seimbang. Setelah kesepakatan, tujuan atau visi misi harus dimiliki untuk keuangan bersama.

Selain itu, gaya hidup spending (membelanjakan) dan saving (menabung) menjadi perhatian utama. Terkadang kebiasaan mengelola masing-masing dari pasangan tidaklah sama satu sama lain. Terakhir, diperlukan komitmen dan konsistensi penuh untuk menjalani semua tujuan atau target yang telah disepakati bersama.

Ditambahkan Felicia Imansyah, financial planner alumnus Universitas Indonesia memiliki rencana keuangan keluarga dan menjalankan rencana keuangan tersebut secara rutin adalah pondasi kuat agar keluarga terhindar dari apa yang disebut krisis ekonomi. Krisis ekonomi sendiri biasanya terjadi saat pengeluaran melebihi dari pendapatan yang diterima. Dalam hal ini yang perlu dilakukan adalah belajar untuk konsisten terhadap anggaran yang telah disepakati.

Untuk itu perlu dibuat daftar pengeluaran seperti pengeluaran rutin keluarga. Pengeluaran bulanan keluarga pada dasarnya terbagi atas beberapa pos pengeluaran yaitu pengeluaran operasional rutin bulanan, pengeluaran lain-lain, tabungan dan cicilan. Pembagian proporsi masing-masing pos ini bervariasi pada masing-masing keluarga.

Ada beberapa hal yang perlu dijadikan patokan yaitu minimal 10 perlu dana perlu dialokasi untuk keperluan tabungan dan investasi. Hal kedua yang perlu dijaga adalah proporsi cicilan hutang. Keuangan yang sehat memiliki proporsi hutang maksimal 30 persen dari pendapatan.

Tips Parfum Bertahan Lebih Lama

Aroma menyegarkan yang dihasilkan oleh parfum membuatnya banyak digemari oleh pria dan wanita. Menurut dr. Dewi Anggreani Indra, pria lebih menyukai wanita yang memiliki wewangian khas. Di samping itu, seseorang akan lebih merasa nyaman ketika memakai parfum. Selain itu dengan wewangian parfum membuat seseorang lebih percaya diri tampil di depan umum.

Ilustrasi Parfum (Foto: Dok. Pixabay)

Namun, kesalahan menyemprotkan parfum pada kulit menyebabkan aroma parfum tidak bertahan lama, meski itu parfum asli. Agar parfum lebih bertahan lama, sebaiknya menyemprotkan parfum di daerah-daerah seperti lipatan di bawah telinga atau area di belakang telinga, area tengkuk, di bagian lipat siku dan area lipat lutut.

Selain itu, agar wangi parfum lebih tahan lama sebaiknya Anda mengetahui jenis parfum yang dipilih yaitu apakah akan digunakan pada siang atau malam hari.

Untuk parfum yang digunakan pada siang hari, sebaiknya menghindari pemilihan parfum dengan aroma yang menyengat. Anda bisa memilih parfum dengan aroma bunga karena akan menghadirkan aroma yang segar jika digunakan siang hari.

Sementara di malam hari, Anda diajurkan untuk menggunakan parfum yang memiliki aroma lebih kuat. Tentu saja juga harus disesuaikan dengan kepribadian. Jika Anda termasuk wanita yang feminin sebaiknya memilih parfum dengan aroma yang lembut.

Sebelum memilih parfum, sebaiknya Anda juga memerhatikan tempat kerja. Bila selalu bekerja di luar ruangan dan sering terpapar sinar matahari, karena keringat akan keluar secara berlebihan sebaiknya tidak memakai parfum. Keringat yang berlebih akan memicu keluarnya bau yang tak sedap jika bercampur dengan parfum.

Sementara jika bekerja di dalam ruangan yang ber-AC dan tidak akan mengeluarkan keringat banyak, bisa menggunakan parfum apa saja.

Kebencian Itu Seperti Membawa Bau Busuk

INI KISAH TENTANG sekolah TK. Pada suatu hari guru TK mengadakan “permainan” menyuruh setiap anak muridnya membawa kantong plastik transparan 1 lembar dan kentang.

Masing-masing kentang tersebut di beri nama berdasarkan nama orang yang dibenci, sehingga jumlah kentangnya tidak di tentukan berapa, tergantung jumlah orang-orang yang dibenci.

Pada hari yang disepakati masing2 murid membawa kentang dalam kantong plastik. Ada yang berjumlah 2, ada yang 3 bahkan ada yang 5. Seperti perintah guru mereka, tiap2 kentang di beri nama sesuai nama orang yang dibenci.

Murid2 harus membawa kantong plastik berisi kentang tersebut kemana saja mereka pergi selama 1 minggu.

Hari berganti hari, kentang2 pun mulai membusuk dan berbau tidak sedap.

Setelah 1 minggu murid2 TK tersebut merasa lega karena penderitaan mereka akan segera berakhir.

Guru:”Bagaimana rasanya membawa kentang selama 1 minggu?”

Keluarlah keluhan dari murid2 TK tersebut, pada umumnya mereka tidak merasa nyaman harus membawa kentang2 busuk tersebut kemanapun mereka pergi.

Guru pun menjelaskan apa arti dari “permainan” yang mereka lakukan.

Guru: “Seperti itulah KEBENCIAN yang selalu kita bawa apabila kita tidak bisa MEMAAFKAN orang lain.”

Sungguh sangat tidak menyenangkan membawa kentang busuk kemanapun kita pergi. Itu hanya 1 minggu. Bagaimana jika kita membawa kebencian itu seumur hidup?

Sebaliknya, enak dan nyaman sekali hidup di mana pun dan pergi ke mana pun tanpa membawa rasa kebencian hingga pikiran kita bisa jernih dan terbuka lebar hanya untuk memikirkan hal-hal yang positif saja…

Cara Kelola Uang Gaji Agar Tidak Habis di Akhir Bulan

Cara kelola uang gaji bisa jadi hal yang susah-susah gampang. Gampang karena sebenarnya bergantung pada diri kamu sendiri apakah bisa menahan diri terhadap berbagai godaan atau tidak. Bisa jadi sulit kalau kamu selalu berpikir “ada gaji bulan depan” sehingga kamu dengan kalap menggunakan uang gaji yang kamu terima.

Iya, uang dapat diibaratkan sebagai gas. Hilang dengan sangat cepat dan bahkan tidak terasa. Kondisi tentu berbahaya karena setiap akhir bulan uang kamu habis tak bersisa! Jadi, kapan menabungnya? Masih untung kalau hanya tidak bisa menabung, kalau menumpuk pinjaman uang lagi, bagaimana?

Tips dan Cara Kelola Uang Gaji

  1. Buat anggaran pengeluaran per jam

Kebanyakan orang sepele terhadap pengeluaran-pengeluaran kecil yang jadi kebiasaan. Sebagai contoh, kamu mungkin beli kopi, gorengan ataupun jus setiap pagi. Hal ini tentu jadi kebiasaan yang sulit untuk diubah. Namun sadar tidak sadar kebiasaan ini menguras gaji kamu secara perlahan namun pasti. Nah, kalau kamu ingin berhemat maka cobalah untuk ubah kebiasaan ini. Catat pengeluaran per jam dan sebisa mungkin tahan diri untuk tidak membeli.

  1. Tukar waktu santai dengan lembur

Jika Bos menawarkan untuk lembur (apalagi jika ada insentif) maka ambillah. Ketimbang kamu sekadar santai menonton televisi, tentu akan lebih baik untuk bekerja dan menghasilkan uang. Ingat saja bahwa waktu santai itu artinya kamu kehilangan uang.

  1. Menikmati hidup namun tidak bablas

Tidak salah untuk menikmati hidup dan menikmati hasil jerih payah namun kamu hendaknya bisa mengerem diri juga agar tidak bablas. Sebagai contoh kamu suka nongkrong di kedai kopi dan menghabiskan sekitar 25 ribu sampai 50 ribu membeli kopi di situ. Kebiasaan ini jika kamu lakukan setiap hari ya tentu saja gaji akan habis.

Kamu tidak harus menghentikan kebiasaan tersebut tetapi cukup menguranginya. Cukup sekitar sekali seminggu saja. Lumayan, kan, uang yang seharusnya untuk sekadar nongkrong saja bisa kamu simpan.

Begitu juga untuk hal-hal lainnya yang mungkin menyangkut memori. Tidak salah kok untuk menikmati uang gaji kamu untuk makan malam romantis bersama pasangan. Tetapi tentu saja jika hal tersebut memberi makna dalam kehidupan kamu.

  1. Terima uang dan bukannya menyimpan uang

Kembali ke soal pengeluaran kecil seperti membeli gorengan ataupun jus, jika kamu berhasil menghentikannya maka anggap uang yang kamu sisihkan itu sebagai uang yang diterima bukannya disimpan. Dengan mindset seperti ini, kamu bakal lebih menghargai lagi uang tersebut. Ini karena uang tersebut seperti “gaji” tambahan sebagai reward karena kamu sudah bisa menghentikan berbagai kebiasaan yang tidak begitu diperlukan.

Jadi, bagaimana? Sulitkah untuk menerapkan cara kelola uang gaji ini? Memang kamu bisa mengandalkan pinjaman seperti pinjaman uang tanpa syarat untuk memenuhi beragam kebutuhan di saat kamu tidak punya uang, namun menumpuk utang juga tidak baik kan? Apalagi kalau alasannya tidak punya uang.